Indochina 4 negara, 7 hari..!! Part 2

Indochina 4 negara, 7 hari..!! Part 1
February 27, 2019
Indochina 4 negara 7 hari..!! Part 3
February 27, 2019

Indochina 4 negara, 7 hari..!! Part 2

Pattaya – Bangkok

Pagi di Pattaya setelah tidur hanya 3 jam seolah enggan melewati cerahnya pagi ini di balik kamar hotel. Mencari makanan halal di Pattaya memang tak mudah terlebih pagi hari dimana yang nampak berjualan adalah pedagang kaki lima dengan gantungan daging babi yang siap disantap bagi penikmatnya. Berjalan kaki sekitar 10 menit dari hotel kami menemukan minimarket yang menjual telur. Tak kehabisan ide ditambah desakan perut dipagi hari kami lalu membawa 10 butir telur kembali ke kamar hotel untuk direbus menggunakan kettle yang sudah tersedia. yappss,, 2 butir telor per orang sebagai “penyelamat” sarapan halal kami pagi ini.

Lepas sarapan kami langsung menuju Pattaya dengan menggunakan aplikasi online dengan jarak hanya 15 menit ke titik awal beach walk Pattaya. Pattaya sendiri merupakan tempat wisata pantai yang terkenal dengan “lady boy” – penduduk lokal lebih suka menyebut degan “lady girl” – and yes memang banyak juga menarik. Saya sebagai “cewek” mendadak minder dengan “kehalusan” kulit mereka. Pantai di Pattaya memang indah dan layak menjadi tempat menghabiskan akhir pekan. Lokasi yang tidak jauh dari ibu kota Bangkok, pasir yang terhampar luas, ombak yang tidak terlalu besar dengan warna laut kebiruan seolah memanjakan kami untuk berlama-lama di pantai. Beberapa penjual air kelapa dan buah potong menjadi penambah kepuasan kami berjemur ala “bule” di Pattaya. Beachwalk Pattaya diakhiri dengan dermaga menuju lokasi diving atau snorkeling bagi wisatawan yang ingin mencoba. Kami sendiri Skip dulu karena biaya snorkeling disana bahkan bisa 3 x lipat dibanding snorkeling di Tidung. LOL.

Saat hampir mendekati pukul 12 siang – saat perut kami kembali memanggil untuk meminta diisi – 2 butir telur tadi sepertinya sudah habis menjadi keringat karena berjalan kaki disepanjang Pattaya beach walk. Beberapa blok kami susuri dengan bertanya kepada orang lokal kami pun temukan tempat ramah lingkungan untuk muslim di Pattaya. Beberapa rumah makan halal yang didominasi oleh makanan India, Timur tengah dan traditional Thailand memanjakan mata kami yang sejak kemarin belum bertemu dengan nasi khas Indonesia. Kami kemudian masuk ke salah satu resto disana yang tentu saja termurah 🙂 .

Pemilik rumah makan di blok ramah muslim ini biasanya didominasi dari India, Bangladesh dan Myanmar. Ya Myanmar Negara yang katanya sedang bergejolak. Sang pemilik kemudian bercerita bagaimana dia dan keluarganya bisa “berlabuh” dan menetap di Pattaya. Bagi kami, perjalanan itu ya seperti ini, bertemu orang baru, suasana baru, menu makanan baru dan tentu saja cerita baru.

Puas dengan pesanan kami Nasi Biryani khas timur tengah ditambah cerita menakjubkan pemilik rumah makan tentang dirinya yang berdarah asli Myanmar, kami pun berangkat menuju Bangkok. Perjalanan menuju Bangkok dimulai dengan menaiki tuktuk ke Terminal bus Pattaya dan setelah bertanya ke beberapa orang lokal dg modal “kapuncha” juga “sawasdee kha” (klo salah nulis maklum ya) akhirnya kami pun dapat tiket bus menuju Southern Bangkok. Tiba di Southern Bangkok karena lelah menyerang kami pun memesan taksi online menuju dormitory kami.

Rekap perjalanan hari ini :

Gr** dari hostel menuju beachwalk Pattaya 100 baht utk 5 orang

Tuktuk menuju terminal 50 baht per orang

Bus menuju Bangkok 108 baht per orang m�”�v^��a

admweb
admweb
marriage traveler from Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *