Indochina 4 negara 7 hari..!! Part 3

Indochina 4 negara, 7 hari..!! Part 2
February 27, 2019
Indochina 4 negara, 7 hari..!! Part 4
February 27, 2019

Indochina 4 negara 7 hari..!! Part 3

Bangkok

Perjalanan di hari keempat ini kami mulai dengan mengunjungi beberapa tempat yang ramah “kantong” bagi backpacker. Destinasi pertama dan terdekat dari penginapan adalah Wat Arun yang merupakan temple peribadatan warga Budha Bangkok. Namun seperti halnya di Indonesia candi ini juga menarik minat wisatawan seperti kami apalagi pelancong dari Indonesia. Setidaknya ada 3 rombongan besar dari Indonesia yang mampir ke Wat Arun. 

Memasuki candi ini kami harus menggunakan jasa boat seharga 15 baht selama 15-20 menit. Perjalanan dengan boat ditengah kota memang cukup lazim  digunakan saat di Bangkok namun layanan boat ini hanya dibuka sampai jam 7 malam saja. Masuk kedalam Wat Arun ternyata tak murah, setidaknya 500 Baht harus kami keluarkan untuk memandangi kemegahan Wat yang tak pernah sepi pengunjung ini. Namun karena enggan merogoh kocek terlalu dalam kami putuskan untuk menyaksikan keindahan ornamen temple dari sisi luar. Beberapa spot foto dengan patung-patung pemujaan Budha juga banyak terdapat diluar Wat. Hanya saja seperti tempat ibadah lain kita harus tetap menghormati utamanya mereka yang sedang beribadah.

Hampir lelah kami menelusuri Wat Arun yang besar ini beberapa orang yang ternyata penyewa pakaian tradisional mendekati kami. What a surprise salah seorang dari mereka menyapa kami dengan bahasa Indonesia..!! Saat saya bertanya “kok bisa bu” si ibu menjawab “iya, karena banyak wisatawan dari Indonesia yang datang tidak bisa bahasa Thailand dan kami tidak bisa bahasa Inggris”. Bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari begitu sang ibu melanjutkan penjelasannya sembari tesenyum penuh harapan kami menerima tawaran sewa pakaian tradisionalnya itu. Selepasnya kami mencoba beberapa pakaian tradisional Thailand bernama Tunika. Menariknya adalah penyewaan baju – menurut saya – perlu juga ada di candi2 kita sebagai bagian dari sosialisasi budaya lokal ke turis asing…

Untuk menyewa pakaian ini kami hanya perlu membayar 50 baht per orang setelah tawar menawar sengit sebelumnya. LOL. Penyewaan ini entah tapi saya belum menemukannya di candi-candi atau situs bersejarah di Indonesia sebagai bagian dari publikasi budaya bagi wisatawan asing.

Lepas Wat Arun kami langsung menuju Grand Palace a.k.a keraton ala Thailand. Pengunjung ditempat ini memang tidak pernah sepi, sama dengan Borobudur atau Prambanan pada saat weekend. Tiket masuk Grand Palace bisa didapat dengan harga 500 baht, tapi untuk kalian yang minim budget – seperti kami – cukup foto2 didepan Grand Palace saja cukup 🙂

Setelah Puas mendapatkan spot menarik di Grand Palace kami menggunakan tuktuk menuju Khaosan Road tempat berkumpulnya backpacker di Bangkok. Khaosan Road adalah tempat kami mencari cinderamata khas Thailand dengan harga murah dan bisa ditawar..! Tak terasa waktu Shalat tiba dan insting backpacker kami berkata pasti ada tempat shalat untuk kami disini meski harus menumpang seperti yang kami dapatkan saat di terminal Pattaya. Ya, di terminal Pattaya kami diberikan tempat cukup bersih untuk menunaikan Shalat berjamaah yang letaknya didepan kamar mandi. Sang ibu penjaga kamar mandi malah menawari kami tempat untuk mengambil wudhu “you guys have to wash your body first, right? here,, follow me” perintah si bu mungil dengan logat Thailand juga tentu saja senyum yang terus tersungging diwajahnya. Saya sempat bertanya kepada si Ibu kenapa Ibu dengan semangat memberikan kami ruang Shalat juga tempat wudhu. Si ibu menjawab “because you’re wearing scarf on your head and i have neoghbours who also moslem family and they are kind to me”. Wow,, speeachless mendengar perkataan si Ibu karena kebaikan kecil ternyata mampu membekas baginya dan kemudian diaplikasikannya juga untuk berbuat baik kepada kami.

Okay back to Khaosan Road, dengan bekal google map dan bertanya pada penjual cinderamata kami akhirnya menemukan Masjid yang bersih, besar (untuk ukuran di Thailand) dan ada di pusat kota ini meski letak pastinya ada didalam gang layaknya di Jakarta.  First Mosque we found here dimana kami bisa merasakan hangatnya persaudaraan Islam disana. Beberapa orang bertanya dari mana kami berasal dan bagaimana bisa menemukan Masjid yang telatknya didalam gang ini. kami hanya menjawab “insting dan izin Allah yang membawa kami kesini”. Muslim Bangkok memang tak sebanyak Muslim di Thailand Selatan namun mereka mampu hidup berdampingan dengan warga mayoritas yang beragama Budha. Ahhhh,,, kerukunan dalam beragama memang selalu indah dan hangat, sehangat teh yang mereka sajikan untuk kami disana.

Catatan biaya perjalanan hari ini :

Boat dari Asiatique pier menuju Wat Arun 15 baht

Boat dari Wat Arun ke Grand Palace 3,5 baht

Tuktuk Grand Palace ke Khaosan Road 100 baht (utk 5 org)

Boat kembali ke penginapan 15 baht

admweb
admweb
marriage traveler from Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *